Bek muda Alfath Faathier tidak merasa takut dari penonton Bandung setelah bergabung dengan Persija Jakarta. Alfath adalah produk Akademi Persib, yang juga merupakan saingan Persija. Pemain asal Purwakarta itu seharusnya kembali ke Persib setelah meninggalkan Madura United. Namun dia kemudian memilih untuk menjadi anggota Capital Club. Tidak ada teror. Terutama karena video pengenalan viral di jalan yang suka disebut: “Bade ka mana, Kang?” Kata Alfath setelah menjalani pelatihan pertamanya dengan Persija di Lapangan Sutasoma, Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Meskipun Persija sering dianggap sebagai musuh yang mematikan, Persija telah mendatangkan beberapa pemain yang telah mengenakan kemeja Persib atau lulusan Akademi Maung Bandung untuk menghadapi jadwal Liga 1 nanti.

Alfath adalah pemain terbaru yang melakukan ini di bawah jejak Shahar Ginanjar, Tony Sucipto, Ryuuji Utomo dan Andritany Ardhyasa. Musim ini Persija juga membawa dua pemain yang gemuk melawan musuh mematikan lainnya, Persebaya Surabaya. Selain merekrut mantan bek Bajul Ijo Otavio Dutra, Persija juga membawa gelandang kelahiran Surabaya Evan Dimas Darmono bersamanya. Permusuhan antara penggemar Persija dan Persib bahkan telah menurun dan cenderung menjadi dingin. Kelompok penggemar Viking Persib telah aktif mengumpulkan uang awal tahun ini untuk didistribusikan kepada para korban banjir di Jakarta. Sebelumnya, beberapa penggemar Fanija ikut membantu korban pengusiran di Tamansari, Bandung.

Seperti yang Anda tahu, pemain berusia 23 tahun yang sebelumnya memperkuat Madura United sebenarnya adalah pengabaian dari Persib Bandung Academy, saingan Persija. Alfath sendiri lebih beruntung daripada majikan Persija lainnya, Evan Dimas Darmono, yang merupakan gelandang Akademi Persebaya Surabaya. Ya, masa tinggal Evans di Surabaya diteror oleh orang tak dikenal. Teror itu berupa spanduk dengan tulisan “Sepakbola bukan hanya nilai rupiah.” Untungnya, Alfath tidak menerima perlakuan yang tidak menyenangkan itu. Wingback mengklaim bahwa dia hanya mengejek media sosial. Ya, mungkin jika teror seperti Evan, saya membuat spanduk di rumah, mungkin saya tidak ada di sana. Mungkin ini hanya teror di media sosial, tetapi bagi saya itu normal, kata Halath Perdanakusuma di bidang pertahanan udara. Alfath Fathier Persija telah mengontrak tiga musim untuk informasi. Sementara itu, kontrak Evan Dimas untuk satu musim.